Apa yang terpikir olehmu ketika mendengar kata “Narkotika”? Pasti semua yang gak baik kan? Sudah sejak lama, narkotika mengalami pergeseran makna dan fungsi. Karena apa? Karena manusia selalu berusaha untuk mengeksplorasi. Sialnya, seringkali usaha eksplorasi jadi kebablasan. Habis itu dilarang deh.

Sebenernya narkoba gak ada salahnya kok, asal digunakan dengan tepat. Agar kamu gak kelihatan bego karena menganggap narkotika itu barang yang cuma berbahaya doang, yuk baca penjelasan MBDC mengenai fungsi sesungguhnya dari zat narkotika. Ingat, ini fungsi sesungguhnya, yang berarti kamu gak boleh ngegunainnya di luar fungsi utamanya.

Ini dia fungsi sesungguhnya dari zat narkotika:

1. Kokain

Di antara obat-obatan lain, kokain adalah yang paling dikenal. Total pendapatan penjualan kokain di Amerika saja bisa melebihi total pendapatan Starbucks di tahun yang sama. Kepopuleran kokain membuat siapa saja bisa jadi kaya.

Di dunia kedokteran, Kokain digunakan sebagai penekan rasa sakit dikulit, dokter makenya untuk anestesi (bius) khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan.

World Health Organization di tahun 1995 pernah mengeluarkan sebuah laporan yang mendukung kokain sebagai obat positif. Amerika yang terkena dampak penyalahgunaan kokain melarang laporan itu disahkan.

Baca juga :

2. Heroin

Di kalangan selebriti, Heroin adalah obat paling terkenal. Udah banyak yang meninggal karena obat-obatan satu ini, seperti Phillip Seymour Hoffman, Janis Joplin, Jim Morrison sampe Sid Vicious. Jadi, gak usah diragukan lagi betapa berbahayanya obat yang satu ini.

Aslinya, heroin digunakan sebagai obat penenang untuk pengobatan penyakit seperti trauma fisik, sakit sehabis pembedahan ataupun kanker stadium akhir. Kadang, karena terlalu kuat, banyak negara yang memilih menggunakan Morfin (yang sedikit ‘kurang’ berbahaya dibanding kokain). Kalau kamu gak punya penyakit di atas, sebaiknya jangan sok-sokan menggunakan ya. Kalo pun mau make, tentu saja, harus di bawah pengawasan dokter.

3. Nikotin

Sebenernya, masih banyak perdebatan, apakah nikotin benar-benar berbahaya bagi tubuh seperti obat-obatan lainnya? Yang jelas, negara membolehkannya dengan kadar tertentu dan jika dikemas dengan bentuk rokok.

Fungsi utama nikotin justru bukan bersifat rekreasi, di bidang kedokteran nikotin digunakan untuk memulihkan ingatan seseorang. Hal ini karena nikotin dapat merangsang sensor penerima rangsangan di otak. Tentunya, dengan dosis tertentu ya.

4. Alkohol

Sama seperti rokok, alkohol juga punya kegunaan di bidang kedokteran. Sama juga kayak rokok, alkohol bisa dikonsumsi, dengan batas-batas tertentu dan tentu saja untuk mereka yang sudah dewasa. Jika berlebihan, bukan saja berbahaya bagi tubuh tapi juga bikin malu.

Kegunaan alkohol bisa dirasakan secara langsung, karena alkohol dapat membunuh kuman penyakit dan biasa digunakan untuk mengobati luka kecil di tubuh. Selain itu, alkohol biasanya digunakan untuk membersihkan alat-alat kedokteran pada proses sterilisasi.

5. Ganja

Dibandingkan narkotika yang lain, ganja adalah obat yang paling sering dibela. Bob Marley mempopulerkannya, Snoop Dogg rajanya, Wiz Khalifa membuatnya keren. Selain bisa digunakan agar kamu nyantai kayak di pantai, Ganja sebenarnya punya fungsi kedokteran.

Berbagai penelitian membuktikan kalau ganja bisa memperlambat penyakit Alzheimer (Scripps Research Institute), menenangkan kecemasan seseorang (Harvard Medical School), menghentikan serangan epilepsi (Virginia Commonwealth University) dan meningkatkan kapasitas paru-paru (Journal of the American Medical Association). Tentunya, digunain sesuai porsinya.

Ternyata banyak ya fungsi yang gak kamu tahu? Apa yang kelihatan berbahaya belum tentu sama sekali berbahaya loh. Satu hal yang jelas, apapun yang dikonsumsi berlebihan bisa berbahaya. Daripada kamu berlebihan pake narkoba, mendingan kamu narkoba yang ini aja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here