Senyawa narkotika yang sangat keras dengan sifat adiktif yang tinggi, berbentuk butiran, tepung atau cairan. Jenis heroin yang populer saat ini adalah “putauw”. Heroin diperoleh dari morfin melalui suatu proses kimiawi yang dikenal dengan istilah “acetylion” (karena menggunakan acetic anhidrida dan acetyl chlorida).

Orang yang menggunakan heroin akan merasakan euphoria tau yang lebih dikenal dengan perasaan yang sangat luar biasa senangnya. Namun sayang rasa yang ditimbulkan saat memakai tidak sepadan dengan efek yang dihasilkan setelah memakai heroin ,efeknya sangat akan berdampak buruk dan berkepanjangan bagi kehidupan pemakai heroin tersebut tersebut .

Heroin (diacetylmorphine) adalah obat ilegal yang sangat adiktif dan penggunaannya merupakan masalah serius di Amerika. Heroin adalah golongan opiat yang paling banyak disalahgunakan dan paling adiktif. Heroin diproses dari morfin, suatu zat alami yang diekstrak dari biji varietas tanaman poppy tertentu.

Heroin murni adalah bubuk putih dengan rasa pahit. Kebanyakan heroin dijual sebagai bubuk putih atau kecoklatan dan biasanya “dicampur” dengan obat lain atau dengan zat seperti gula, tepung, susu bubuk, atau kina. Heroin juga dapat dicampur dengan strychnine atau racun lainnya. Karena pelaku penyalahguna heroin tidak tahu kekuatan sebenarnya dari obat tersebut atau komposisi yang sebenarnya, mereka beresiko mengalami  overdosis atau kematian. Bentuk lain dari heroin yang dikenal sebagai “tar hitam” mungkin lengket seperti tar batubara seperti  atap atau keras, dan warnanya dapat bervariasi dari coklat tua sampai hitam.

Sebenarnya penggunaan heroin dapat juga bermanfaat asalkan tidak disalah gunakan. Heroin biasanya digunakan dalam dunia kedokteran sebagai obat bius. Heroin jika dikonsumsi yang sangat mudah membuat seseorang kecanduan karena efeknya sangat kuat. Obat ini bisa ditemukan dalam bentuk pil, bubuk, dan juga dalam bentuk cairan. Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin dan sering disalahgunakan orang. Heroin disebut juga putaw.

Baca juga :

Biasanya heroin disuntik, dihirup atau dihisap. Ini sangat adiktif. Heroin masuk ke dalam otak dengan cepat tetapi dapat melambankan daya pikir orang dan reaksi orang, mengganggu kemampuannya untuk mengambil keputusan. Ini menyebabkan kesukaran untuk mengingat hal-hal.

Menyuntikkan narkoba ini dapat menimbulkan risiko AIDS, hepatitis (penyakit hati) dan penyakit lainnya, karena menggunakan jarum suntik yang terinfeksi. Masalah kesehatan ini dapat diteruskan kepada pasangan seksual dan bayi yang baru lahir. Heroin adalah salah satu dari ketiga narkoba yang paling sering terlibat dalam kematian penyalahgunaan narkoba. Kekerasan dan kriminalitas berhubungan dengan penggunaannya.

EFEK-EFEK JANGKA PENDEK:

Para penyalahguna mengalami kekaburan fungsi mental, mual-mual dan muntah-muntah. Kesadaran terhadap rasa sakit tertekan. Perempuan hamil dapat tiba-tiba mengalami aborsi. Fungsi jantung menurun dan bernapas pun menjadi sangat lambat, ada kalanya sampai pada titik kematian.

EFEK-EFEK JANGKA PANJANG:

Pembuluh darah yang terluka atau rusak, infeksi yang disebabkan oleh bakteri pada pembuluh darah dan katup jantung, peradangan dan infeksi-infeksi lain pada jaringan-jaringan yang halus, serta penyakit hati atau ginjal. Dapat berakibat adanya komplikasi paru-paru. Berbagi jarum suntik atau cairan dapat mengakibatkan penyakit hepatitis, AIDS dan berbagai penyakit yang berkaitan dengan virus yang ditularkan melalui darah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here