Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba kian hari menunjukkan peningkatan. Dari banyaknya pengungkapan kasus yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, membuktikan bahwa pelaku kejahatan Narkoba tidak pernah berhenti mencari cara untuk menjalankan bisnis haramnya, terutama dalam upaya menyelundupkan Narkoba tersebut agar masuk ke Indonesia.

Dalam konteks inilah, kerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam jasa angkutan penyeberangan dan pengelola pelabuhan penyeberangan untuk penumpang, kendaraan, dan barang, sebagai bentuk kemitraan strategis dalam mengoptimalkan program-program penanganan permasalahan Narkoba.

Sinergitas antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan PT ASDP Indonesia Ferry yang dikukuhkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama di Kantor Pusat PT ASDP Indonesia Ferry, Cempaka Putih, Jakarta Barat, pada Jumat (10/8), menambah kekuatan bangsa dalam perjuangan melawan kejahatan Narkoba.

Kerja sama terkait Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dilakukan dengan PT ASDP Indonesia Ferry ini merupakan bentuk kemitraan yang strategis dalam mengoptimalkan program-program penanganan permasalahan Narkoba, khususnya dalam upaya penanganan penyelundupan Narkoba yang kerap terjadi melalui jalur laut.

Pasalnya, PT ASDP Indonesia Ferry merupakan salah satu Badan Usahan Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam jasa angkutan penyeberangan dan pengelolaan pelabuhan penyeberangan untuk penumpang, kendaraan, dan barang dengan wilayah cakupan sebanyak 35 pelabuhan, 151 kapal, dan 230 lintasan dari Sabang sampai Merauke.

Melihat wilayah cakupan PT ASDP Indonesia Ferry yang begitu luas, Kepala BNN, Komjen Pol Drs. Heru Winarko, S.H., dalam sambutannya berharap agar PT ASDP Indonesia Ferry dapat lebih memperketat dan mempersempit ruang gerak perkembangan kejahatan narkotika, seperti pengawasan terhadap orang dan barang yang dicurigai melalui jalur laut untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan, deteksi dini serta pelaksanaan operasi bersama terkait pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Baca juga :

Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspa Dewi, berharap agar kerja sama ini menjadi momentum dimana PT ASDP Indonesia Ferry menjadi keluarga besar yang eligible dan kondusif dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Adapun ruang lingkup dari perjanjian kerja sama ini meliputi :

  • Penyebarluasan informasi tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)
  • Peningkatan peran serta sebagai relawan dan penggiat Anti Narkoba; peningkatan kapasitas sumber daya manusia
  • Pertukaran data dan informasi terkait upaya P4GN; pemanfaatan sumber daya, sarana, dan prasarana
  • Dukungan terhadap penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika
  • Pelaksanaan pencegahan dan penangkalan serta operasi bersama terkait kegiatan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan bidang-bidang lainnya.

Melalui perjanjian kerja sama ini, BNN berharap agar PT ASDP Indonesia Ferry terus berkomitmen dalam mendukung upaya penanganan kejahatan narkotika dan prekursor narkotika dengan pemanfaatan fasilitas yang dimiliki oleh PT ASDP Indonesia Ferry dalam pelaksanaan pemeriksaan baik secara rutin, berkala, maupun kontijensi terhadap setiap kemungkinanan penyalahgunaan baik di internal maupun di seluruh wilayah kerja PT ASDP Indonesia Ferry sehingga dapat memperketat dan mempersempit ruang gerak perkembangan kejahatan narkotika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here