Narkotika golongan I adalah narkotika yang paling berbahaya. Daya adiktifnya sangat tinggi. Golongan ini digunakan untuk penelitian dan ilmu pengetahuan. Contoh : ganja, heroin, kokain, morfin, dan opium.

Penyalahgunaan narkotika merupakan salah satu contoh penyakit sosial atau merupakan bentuk perilaku menyimpang yang mulai merebak di tengak masyarakat kita. Yang menjadi korban utama untuk penyakit sosial yang satu ini adalah remaja terutama yang masih pelajar. Bagi para pelajar sebaiknya tidak mencoba dan jangan pernah terfikir untuk mencoba barang yang satu ini selama-lamanya!

Menurut UU Narkotika No 35 Tahun 2009, narkotika didefinisikan sebagai zat atau obat yang berasal dari  tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Dalam UU No 35 Tahun 2009, narkotika digolongkan ke dalam tiga golongan, yakni golongan 1 (ada 65 jenis), golongan II (86 jenis), dan golongan III (39 jenis), Total ada 190 jenis sampai saat ini.

Baca juga :

Narkotika golongan satu hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan:

Jenis Narkotika Golongan I :

  1. Tanaman Papaver Somniferum
    Tanaman papaver somniferum adalah tanaman yang sering disebut sebagai tanaman poppy. Tanaman ini dapat diperoleh dengan teknik kultur jaringan. Efek samping apabila mengkonsumsi tanaman papaver somniferum adalah memabukkan, menghilangkan rasa nyeri dan menghasilkan kodein. Bagian tanaman papaver somniferum yang dilarang dipergunakan secara bebas berdasarkan peraturan undang-undang no 35 tahun 2009 adalah semua bagian termasuk buah dan jeraminya kecuali bagian biji.
  2. Opium
    Opium adalah getah yang berasal dari tanaman yang menyebabkan candu yaitu tanaman papaver somniferum. Jenis opium sendiri yang tergolong dalam narkotika golongan I adalah opium mentah dan masak. Opium mentah adalah opium ditujukan untuk pengankutan atau pengemasan sehingga tidak memperhatikan kadar morfinnya. Adapun opium mentah dibagi menjadi 3 (tiga) tipe yaitu

    • Candu : opium mentah yang berasal dari proses pelarutan, pemanasan dan peragian dengan atau tanpa penambahan bahan-bahan lain. Tujuannya untuk mengubah opium mentak menjadi ekstrak yang cocok untuk pemadatan
    • Jicing : hasil sisa-sisa dari candu setelah dihisap dengan tidak memperhatikan apakah apakah candu itu dicampur dengan daun atau bahan lain
    • Jicingko : opium yang diperoleh dari pengolahan jicing.
  3. Tanaman Koka Bergenus Erythroxyon
    Tanaman koka adalah tanaman yang berasal dari Amerika Selatan. Secara fisik tanaman ini berbentuk semak duri hitam yang memiliki ketinggian 2-3 meter dan bagian bagian bunga berukuran kecil. Seringkali daun ini menjadi konsumsi dari larva ulat bulu. Bagian tanaman koka bergenus erythroxyon yang termasuk dalam narkotika golongan I adalah semua bagian tanaman termasuk bunga dan bijinya. Efek samping dari penggunaan tanaman koka ini adalah memberikan rasa memabukkan
  4. Kokain
    Tidak hanya tanaman yang termasuk dalam kategori narkotika golongan I. Kokain termasuk dalam kategori narkotika golongan I. Kokain merupakan senyawa  sintesis alkaloid sehingga konsumsi kokain dapat memberikan efek zat adiktif. Kokain berasal dari tumbuhan Erythroxyon coca yang menghasilkan alkaloid sehingga disebut kokain.
  5. Tanaman Ganja
    Ganja memiliki nama latin yaitu Cannabis sativa syn. Cannabis indica. Tanaman ini merupakan tanaman semusim yang dapat tumbuh mencapai 2 meter. Pertumbuhan ganja dapat subur apabila ditanami pada daerah pegunungan tropis dengan ketinggian diatas 1.000 meter diatas permukaan laut. Bagian bagian tumbuhan ganja yang termasuk dalam narkotika golongan I adalah semua bagian termasuk biji, buah, jerami, hasil olahan ganja termasuk damar ganja dan hasis.
  6. Heroin
    Heroin adalah senyawa semi sintesis yang memiliki bentuk fisik serbuk putih yang memiliki rasa pahit. Penggunaan heroin dapat mengalami hilangnya rasa nyeri, lesu, rasa kantuk, halusinasi dan rasa bahagia terlalu berlebihan. Heroin dihasilkan dari sintesis morfin yaitu senyawa alkaloid analgesik yang memiliki reaksi kuat sehingga berpengaruh langsung pada sistem saraf pusat. Apabila seseorang sudah mengalami kecanduan dan tiba-tiba tidak mengkonsumsi heroin, maka pecandu akan mengalami kejang, muntah, diare, insomnia dan berkeringat.
  7. ETRIPTAMINA
  8. TENOSIKLIDINA
  9. KATINONA
  10. TMA
  11. MDMA
  12. AMFETAMINA
  13. Meskalina
  14. DEKSAMFETAMINA,
  15. METKATINONA
  16. FENETILINA
  17. 4-metilaminoreks
  18. FENMETRAZINA
  19. MMDA
  20. FENSIKLIDINA
  21. N-etil MDA
  22. LEVAMFETAMINA
  23. N-hidroksi MDA
  24. Levometamfetamina
  25. Paraheksil
  26. MEKLOKUALON
  27. PMA
  28. METAMFETAMINA
  29. Psilosina, psilotsin
  30. METAKUALON
  31. PSILOSIBINA
  32. ZIPEPPROL
  33. ROLISIKLIDINA
  34. Opium Obat
  35. STP
  36. DOM
  37. Campuran atau sediaan opium obat dengan bahan  lain bukan narkotika.
  38. TENAMFETAMINA
  39. LISERGIDA nama lain LSD
  40. Morfin
  41. Opium
  42. Delta 9 tetrahydrocannabinol, dan semua bentuk stereo kimianya
  43. Asetorfina
  44. Acetil – alfa – metil fentanil
  45. Alfa-metilfentanil
  46. Alfa-metiltiofentanil
  47. Beta-hidroksifentanil
  48. Beta-hidroksi-3-metilfentanil
  49. Desmorfina : Dihidrodeoksimorfina
  50. Etorfina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here